Oleh: Fitrotul Mahmudah

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebagai negara yang mayoritas muslim yang mana salah satu kewajiban seorang muslim yaitu membayar zakat, maka diperlukan adanya suatu lembaga yang mengelola zakat tersebut. Lembaga zakat di Indonesia memang sudah banyak baik itu dikelola oleh pihak Pemerintah maupun oleh swasta. Dari sekian banyak lembaga yang mengelola zakat, infak, shodaqoh dan wakaf yang ada, ada satu lembaga yang menurut penulis berbeda dari yang lain. Lembaga yang dimaksud yaitu Yatim Mandiri.

Karena lembaga ini lebih memfokuskan penyaluran dananya untuk anak yatim dhuafa, yang mana lembaga ini memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu memandirikan anak yatim. Seperti yang kita lihat disekitar bahwa anak yatim juga memiliki cita-cita yang mulia, dan sangat membutuh kita semua baik motivasi dan lain-lain. Siapa lagi kalau bukan kita yang membantu dan memotivasinya. Jadi disinilah nilai lebihnya Yatim Mandiri lebih memfokuskan perhatiannya untuk anak yatim.

Setelah beberapa hari kami melakukan pengamatan dan berperan-serta di lembaga tersebut tepatnya di Yatim Mandiri Cabang Jombang, kami mendapat beberapa informasi bahwa lembaga Yatim Mandiri merupakan lembaga yang fokus pada upaya memandirikan anak yatim dan dhuafa melalui pengelolaan dana zakat, infaq, sedekah, wakaf dan lainnya. Niat awal berdirinya lembaga inipun juga sangat mulia yaitu berawal dari kegelisahan beberapa orang aktivis panti asuhan di Surabaya.

Dan akhirnya beberapa tahun kemudian terbentuklah Yatim Mandiri. Sampai tahun 2014 Yatim Mandiri sudah memiliki 40 kantor Cabang di 12 Propinsi di Indonesia. Ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan karena selama 20 tahun sudah memiliki 40 cabang, dan ini menunjukkan bahwa Yatim Mandiri benar-benar serius dalam memajukan dan memandirikan anak yatim di Indonesia.

Fitrotul Mahmudah, mahasiswa PPZ STAIN Kediri dan Karyawan Yatim Mandiri

Fitrotul Mahmudah, mahasiswa PPZ STAIN Kediri dan Karyawan Yatim Mandiri

Dalam pengelolaan dana zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf di Yatim Mandiri, semua petugas berperan aktif mulai dari ZISCO, bagian LAZ, LPP dan Kepala bagian cabang maupun pusat. Untuk pengumpulan dananya, dana dari muzaki di setiap cabang langsung disetorkan ke kantor Yatim Mandiri pusat dan kemudian dikelola. Setelah itu dananya disalurkan melalui program-program yang telah dibuat.

Program-program yang dibuat sangatlah menarik dan bisa tepat sasaran karena lebih spesifik ke anak-anak yatim. Diantara program-program tersebuat adalah BOP, MEC, ICMBS, Sanggaar Genius, Mobile Clinic, Rumah Kemandirian, Bunda Mandiri, SGQ, Ramadhan, dan lain-lain. Sampai saat ini semua program telah terlaksana dengan baik.

Program-program yang dibuat Yatim Mandiri lebih difokuskan ke program pendidikan untuk anak yatim. Jadi ini juga bisa membantu pemberdayaan SDM bagi Indonesia khususnya anak yatim di Indonesia. Salah satu program yang menarik menurut penulis yaitu dibentuknya Sangar Genius untuk anak yatim dan dhuafa. Karena anak-anak tersebut selain mendapat pelajaran di sekolahnya mereka bisa belajar bersama di sanggar tersebut tanpa harus tinggal di panti. Untuk Yatim Mandiri cabang Jombang Sanggar Genius yang sudah dibentuk sampai saat ini ada 19 sanggar.

Dan ini merupakan prestasi yang bagus karena dalam waktu yang singkat sudah memiliki banyak sanggar. Untuk kegiatan di sanggar yaitu berupa bimbingan belajar untuk anak yatim di sanggar tersebut, selain itu ada tambahan kegiatan biasanya sebelum memulai belajar yaitu mengaji, dan beberapa kegiatan religius serta motivasi-motivasi untuk anak yatim itu sendiri. Dan hal ini merupakan kegiatan yang positif dan perlu diratakan diseluruh wilayah cabang Yatim Mandiri agar seluruh anak yatim bisa mendapat perhatian yang sama untuk mencapai cita-cita dan kemandirian.

Di lembaga Yatim Mandiri ada kegiatan menarik yang dilakukan oleh para petugas yang menurut penulis adalah kegiatan yang positif dan penuh inspiratif yaitu bahwa para petugas di Yatim Mandiri sebelum mereka melakukan tugasnya masing-masing, mereka mengawali kegiatannya dengan membaca al-qur’an kemudian membaca do’a-do’a, berceramah, lalu sholat dhuha berjama’ah. Baru setelah itu mereka memulai tugasnya masing-masing. Ini merupakan kegiatan yang sangat mulia dan patut dicontoh oleh lembaga-lembaga yang lain.

Untuk petugas penghimpun dana atau sering disebut ZSICO, merupakan orang-orang yang mempunyai mental yang kuat dan semangat yang tinggi untuk memperjuangkan anak-anak yatim, karena merekalah yang berjuang mengambil hati dengan memberikan pencerahan kepada setiap calon muzaki. Ini merupakan perbuatan yang sangat mulia dan membutuhkan kesabaran serta kekuatan mental diri seseorang. Maka patut diberi penghargaan bagi zisco yang berprestasi, dan hal ini sudah diterapkan oleh yatim mandiri khususnya Yatim Mandiri cabang Jombang.

Dan diharapkan Yaim Mandiri bisa menjadi lembaga pemberdaya anak yatim yang kuat di negeri ini dan bisa dipercaya masyarakat sebagai lembaga yang amanah. Serta bisa lebih mensosialisasikan lembaga ini ke masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan bisa bergabung di Yatim Mandiri. Mari berpartisipasi dalam usaha memandirikan anak yatim dhuafa di Indonesia.

Profil Penulis: Fitrotul Mahmudah, mahasiswa STAIN Kediri Pogram Studi Ekonomi Syariah Semester 6, peserta Praktik Pengelolaan Zakat (PPZ) di Yatim Mandiri Jombang.

Iklan

About Agus Siswoyo

Guru SD, pengajar TPQ, blogger Jombang, warga Tebuireng, dan penggiat Ekonomi Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s